Langsung ke konten utama

Setelah Ford, Toshiba dan Panasonic Tutup Pabriknya di Indonesia

Akhir Januari kemarin (25/01/16) Ford resmi umumkan penutupan semua kantor dealer dan pabrik mobil Ford milik PT Ford Motor Indonesia yang telah 16 tahun beroperasi di Indonesia.

Kini, di awal bulan Februari, dua perusahaan raksasa elektronik asal Jepang yakni Panasonic dan Toshiba menutup pabriknya di Indonesia, sehingga menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 2.500 karyawan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, dengan ditutupnya pabrik Toshiba di Cikarang, maka tinggal menyisakan satu perusahaan di Tanah Air.

"Tak lebih dari sebulan, dua raksasa elektronik Jepang, di Cikarang pabrik Toshiba telah resmi tutup. Tak ada lagi pabrik Toshiba di Indonesia kecuali Toshiba Printer di Batam," ujarnya di Jakarta, Selasa (2/2/2016), lansir Sindonews.

Iqbal menuturkan, pabrik Toshiba di Cikarang tersebut merupakan pabrik terbesar yang ada di luar Jepang dan sebelumnya jadi terbesar di Indonesia dengan jumlah karyawan terkena PHK sekitar 900 orang.

"Toshiba yang tutup ini pabrik terbesar di dunia, di Luar Jepang yang terbesar di Indonesia. Hari ini tutup resmi, mulai April awal proses negosiasi pesangon dan pelimpahan wewenang sedang proses negosiasi," katanya.

Sementara, lanjut dia, Panasonic juga menutup dua pabrik yang berada di Pasuruan dan Cikarang dengan memakan korban PHK sekitar 1.600 orang.

"Jadi dua perusahaan Panasonic Lightning di Pasuruan lebih dari 600-an orang dan di Cikarang sekitar 1.000 orang. Di tiga perusahaan dari dua raksasa elektronik ini berarti hampir 2.500 lebih PHK," pungkasnya.

Sumber :portal piyungan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mesin Avanza tidak bisa hidup sehabis bongkar Mesin

Ilmu itu sayang jika hanya disimpan maka pada kesempatan ini saya akan berbagi tentang kasus Mesin avanza dan yang sejenis tidak bisa hidup setelah bongkar mesin atau setelah ganti rantai timing (timing chain)..Dan disini saya tidak bermaksud menggurui atau merasa lebih pintar dari agan-agan sekalian hanya berharap semoga ada yang bisa mengambil manfaat terutama bagi mekanik-mekanik pemula.

Kasus ini sudah beberapa kali saya dapatkan setelah beberapa rekan-rekan mekanik meminta pertolongan untuk mencari titik permasalahan kenapa mesin tidak bisa hidup.
Seperti biasa sebelum kita melangkah ke step yang lebih jauh, sebaiknya kita harus mengembalikan pola analisa kita kedasar, dimana kita harus memulai dari langkah-langkah yang paling sederhana yaitu bahwa mesin akan bekerja apabila terpenuhinya tiga syarat utama berikut ini :
Kompresi yang tinggi (sesuai standar)Loncatan bunga api Busi yang kuat (Mesin Bensin)Perbandingan campuran Udara dan bahan bakar yang tepat Dalam masalah yang akan…

Injector dan Busi

Teknologi otomotif sudah demikian majunya, sehingga semakin sedikit pekerjaan dalam rangka perawatan. Tune up mesin yang dulu dilaksanakan pada mesin berkarburator, sekarang tak perlu lagi. Paling hanya bersih-bersih; saringan bensin, injektor, busi saringan udara. Saya menerima banyak keluhan yang akhir akhir ini masuk kebengkel adalah menyangkut mesin ndut-ndutan. Ternyata penyebab umumnya karena, pemakaian bahan bakar yang kualitasnya rendah.
Ketahuilah, bahwa pada awal mesin injeksi,  menggunakan injektor dengan 2 lubang untuk penyemprotan ke manifold, lalu menjadi 4 lubang dan sekarang menjadi 12 lubang sangat kecil, lebih kecil dari ujung jarum. Kalau kita bayangkan spuyer pada karburator yang diameter antara 1.0 mm pada primer main jet dan  1.80 mm pada scondary main jet kemudian dibagi 12 seperti apa ukuran besar diameternya.

Tikam Samurai (40)

Kapten Nurdin telah menembaknya sesaat sebelum Letnan itu menembakkan pistolnya pada si Bungsu yang memangku Kopral Aman. Dia bergegas. Dan mereka melompat ke atas Jeep. Jumlah mereka lengkap tujuh orang. Dan kini delapan dengan Tuang. Jeep itu batuk-batuk sebentar. Dia starter lagi dengan mempertemukan kawatnya. Dan Hidup! Jeep itu seperti melompat. Keluar dari halaman markas. Dari jauh terdengar suara deru mobil datang. “Ke kanan!” Kapten Nurdin berteriak. Mobil itu berbelok ke kanan. Lampu truk militer kelihatan datang dari arah kiri. Jeep mereka rasanya ada yang tak beres. Berjalan lambat. Sersan Kadir melompat turun. “Kadir! Naik cepat!” Kapten Nurdin berteriak. “Saya akan menghalangi mereka pak. Teruslah bapak!” Dia berkata sambil berlari lagi ke halaman markas. Tak ada kesempatan bagi Kapten Nurdin untuk berlalai-lalai. Dia menyuruh Jeep itu terus. Sementara Sersan Kadir segera menaiki Jeep yalng telah dikempeskan itu. Dia merenggutkan kabel kontak. Melekatkannya diluar dengan ketena…